Setiap nonton film yang ada adegan dengan latar belakang salju, pasti kesannya menyenangkan, romantis, dan hal lain yang membuat terbuai-buai...
Memang, ketika salju turun, kita mempunyai kesempatan untuk bermain-main dengan salju, seperti menbuat orang-orangan salju, bermain ski, bermain kereta dorong, bahkan lempar-lemparan salju. Tapi, kesenangan itu ngga lama kok... Setelah 2 atau 3 hari bersalju, kita justru di hampiri rasa bosan dan frustasi (segitunya...) apalagi kalau matahari tidak bersinar, ditambah angin pula dan suhu yang sangat turun sekali di bawah nol derajat.
Kalau Froggy sih.... nikmatin ajalah yang ada hehehe...
Salju juga akan merepotkan banyak pihak. Tau dong, banyak jadwal kereta dan penerbangan yang tertunda atau bahkan dibatalkan, kendaraan umum yang tidak jalan, bahkan yang terparah adalah ditutupnya sekolah karena adanya badai salju. Bukan hanya itu saja, kerepotan yang lain muncul adalah, kita harus membersihkan jalan yang tertutup salju di sekitar tempat tinggal kita. Biasanya, ini dilakukan oleh orang-orang yang tinggal di rumah, karena orang-orang yang tinggal di apartemen, biasanya mereka mempunyai penanggung jawab khusus. Kembali ke kewajiban membersihkan salju di jalan sekitar rumah, ini wajib dilakukan, karena bila ada pejalan kaki yang jatuh karena salju di sekitar rumah, maka itu menjadi tanggung jawab si pemilik rumah yang tidak membersihkan saljunya.
Apalagi yaaaaaa..... nih, kerepotan juga dialami oleh petugas pembersih jalan ketika salju tiba. mereka harus sedia 24 jam, tergantung kapan salju turun. Mengeruk dan menaburkan garam di sepanjang jalan.
Salah satu kendaraan yang dipakai untuk membersihkan salju oleh petugas
Ketika salju sudah berhenti turun, masalah tidak langsung selesai begitu saja. Bila salju masih menumpuk, maka tugas pembersih jalan belum selesai. Kemudian, salju tidak akan langsung hilang mencair begitu saja, meskipun ada sinar matahari sekalipun. Karena, walau matahari bersinar, tapi suhu tetap minus, maka salju akan tetap saja menumpuk.
Jalan setapak yang biasanya nyaman unuk dilewati, akan tertutup salju. Untuk melewatinya, harus hati-hati. Biasanya sih, mengikuti jejak langkah yang sudah ada (yang sudah dilewati orang-orang sebelumnya)
Jalan setapak yang tertutup salju. Di sebelah kanan, sudah tercipta sedikit bentuk jalanan yang lumayan untuk dilewati
Kalau tidak hati-hati, maka kaki kita akan terperosok ke dalam lubang. Ingat, ketika salju menumpuk tebal, maka permukaan yang kita injak tidak langsung tanah atau jalan. Sedangkan salju, hanya berupa seperti parutan-parutan es...
Lubang jejak kaki
Yang lebih parah, bila salju tertimpa air hujan, atau salju mencair dan kemudian suhu temperatur udara kembali menurun, maka salju cair tadi akan membeku. Hal inilah yang menyebabkan rawan kecelakaan, karena jalanan menjadi licin.
Cuaca musim dingin kemarin, bahkan sempat membuat air mancur ikut menjadi beku.
Beginilah air mancur yang ikut membeku (walau foto lagi2 harus miring)








































